10 Perbedaan Pinjaman Online Ilegal dan Resmi

3 min read

10 perbedaan pinjol ilegal dan resmi

Perbedaan pinjaman ilegal dan resmi sangat penting bagi anda yang ingin melakukan pinjaman online agar tidak terjadi hal yang di inginkan atau kerugian peminjam.

Ada berbagai kerugian yang bisa anda alami jika terjebak dengan pinjaman online yang tidak resmi.

Bukan hanya kerugian finansial saja yang jadi taruhannya, kehidupan sebagai anggota masyarakat atau lingkungan kerja juga bisa terpengaruhi.

Maka dari itu anda harus tahu pinjaman online ilegal dan pinjaman online resmi, dibawah ini 10 perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi yang bisa anda baca agar paham.

Perbedaan Pinjaman Online Ilegal dan Resmi

1. Ijin Resmi

Mungkin kita bingung bagaimana caranya memeriksa izin perusahaan yang bergerak dalam bidang fintech atau pinjaman online.

Kalaupun dalam website atau aplikasi perusahaan pinjaman online menyatakan bahwa usahanya sudah mengantongi izin resmi dari pihak OJK hal tersebut masih belum tentu fakta sebenarnya.

Anda harus memeriksanya terlebih dahulu dan ada 2 Cara Cek Pinjaman Online Berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Pemantauan OJK akan memastikan pinjaman online mematuhi peraturan yang sudah diatur oleh Pemerintah mengenai pinjam-meminjam uang tunai.

Mulai dari bunga, ketentuan denda dan lain sebagainya. Lindungi hak dan kewajiban Anda dengan memilih pinjaman uang yang legal.

2. Alamat Kantor Jelas

Ketika memasuki website atau aplikasi pinjaman online, kita akan melihat keterangan alamat kantor atau perusahaan dimana letak dan alamatnya.

Jadi sebelum melakukan pinjaman uang online anda harus benar-benar cek alamatnya terlebih dahulu.

Dengan kecanggihan teknologi sekarang, menggunakan koneksi internet, kita dapat mengetahui lokasi suatu alamat yang akan dituju.

Perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi yaitu apabila alamat kantor atau perushaan tidak jelas atau tidak di temukan berarti itu sudah jelas termasuk pinjaman online yang ilegal.

Sedangkan pinjaman online yang resmi alamat kantor atau perushaannya sudah jelas dan jika di cek benar adanya.

3. Pengajuan Persetujuan Mudah

Pinjaman uang secara online memiliki ciri yang sama yakni kemudahan untuk mendapatkan pencairan dana dalam hitungan menit, bahkan detik.

Namun, bila dicermati dengan seksama, pinjaman online yang tidak resmi terlalu mudah dan bahkan terkesan mengabaikan pemeriksaan identitas dan informasi peminjam lainnya.

Ini adalah perbedaan pinjol ilegal dan legal yang sangat perlu calon peminjam ketahui karena ketika pengajuan sudah disetujui, akan sulit untuk keluar dari hubungan pinjam-meminjam yang terlanjur terjalin.

Pinjaman online resmi akan meminta data diri dengan teliti dan pinjaman Anda akan perlu diulangi bila persyaratan tidak memenuhi.

Walaupun secara umum syarat dan ketentuannya sama-sama cukup ringan.

4. Informasi Bunga atau Biaya Tidak Transparan

perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi
Perbedaan Pinjaman Online Ilegal dan Resmi

Hal yang paling ditakuti ketika meminjam secara online adalah terjebak dengan denda yang tidak masuk akal.

Akhirnya bisa menyebabkan peminjam terlilit lebih banyak hutang dan berpengaruh secara psikologis dan juga kesehatan.

Oleh karena itu, saat membaca ketentuan peminjaman, lakukanlah dengan sangat teliti dan hati-hati.

Perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi bisa juga dilihat dari informasi yang mereka berikan mengenai berbagai biaya-biaya.

Tanyakan bila ada sesuatu yang kurang jelas, kalau pihak pinjol tidak dapat melakukannya, kemungkinan besar jasa layanan mereka tidak resmi.

5. Pengeluaran Tidak Terbatas

Hal berbeda dari pinjol resmi dan tidak resmi adalah beban pengeluaran yang berupa bunga atau denda.

Pinjol ilegal bisa menagihkan bunga atau biaya pinjaman sampai tidak terbatas.

Selain itu, kalau Anda mengalami keterlambatan, akan sulit untuk bisa menutupnya, jatuhnya juga akan sampai tidak terbatas.

Ada kemungkinan walau Anda sudah membayarkan bunganya, catatan pinjol akan selalu menilainya belum tertutup.

Pinjaman online resmi tidak akan melakukan hal seperti itu.

Hal ini bisa dilihat dari ketentuan yang mereka buat untuk para calon peminjamnya.

Kalaupun ada pelanggaran, Anda bisa melaporkannya pada OJK untuk ditindak lanjuti.

6. Total Pengembalian

Sama halnya dengan bunga atau denda, perbedaan legal dan ilegal untuk pinjaman online bisa dilihat dari cara menagihkan total pengembalian.

Yang ilegal dilakukan tanpa ada kejelasan batasnya. Sedangkan pinjaman online legal akan mengikuti aturan OJK.

Total biaya pinjaman yang dibebani pada peminjam adalah maksimal 0,8% untuk per harinya.

Kalau Anda mengalami penagihan yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan kesepakatan awal, ada kemungkinan Anda akan kesulitan untuk menyelesaikannya.

Berapapun yang sudah atau akan diberikan, tidak akan pernah tuntas. Itulah bahayanya mengambil pinjaman pada pinjol ilegal.

7. Akses Informasi Peminjam

perbedaan pinjol resmi dan tidak resmi
Perbedaan Pinjaman Online Ilegal dan Legal

Sedangkan, pinjol resmi akan melakukan cara lain untuk menagih cicilan yang terlambat atau adanya kesulitan dari pihak peminjam.

Pertama, peminjam akan masuk daftar hitam Fintech Data Center kalau tidak melunasi setelah kurang lebih 90 hari.

Kedua, peminjam akan kesulitan meminjam dana ke platform yang lain.

Catatan keuangan Anda akan jadi buruk dan bisa mengarah ke berbagai penolakan lainnya yang berkaitan dengan keuangan.

Jadi, walaupun proses lebih mudah dan mungkin jumlah pinjaman bisa lebih besar, terlibat dengan pinjol ilegal akan sangat merugikan Anda.

8. Layanan Pengaduan

Ketika sedang memeriksa kredibilitas pinjaman uang. Coba perhatikan adakah layanan pengaduan yang dapat dihubungi dengan mudah.

Kalau pinjaman online ilegal tidak akan memilikinya. Walaupun ada, kemungkinan besar nomornya tidak bisa tersambung.

Kalau pinjaman resmi selain ada layanan pengaduannya juga bisa dihubungi sampai 24 jam sehari.

Ini adalah perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi yang bisa Anda periksa sendiri.

Dengan memastikan ada atau tidak adanya layanan pengaduan, Anda akan dapat memiliki kepastian keputusan untuk meminjam uang pada pihak yang mana, resmi atau tidak resmi.

9. Penawaran Random

Kalau Anda kerap mendapatkan tawarkan pinjaman melalui pesan teks, Whatsapp atau platform sosial media, berhati-hatilah.

Bisa jadi itu adalah layanan pinjol tidak resmi. Menghubungi calon peminjam melalui saluran pribadi adalah cara promosi yang tidak akan dilakukan oleh pinjaman online resmi.

Jadi, walaupun tawarannya menggiurkan dan memberikan banyak pilihan menarik.

Anda harus waspada dan hati-hati dalam menangani pesan random seperti itu.

Perbedaan promosi antara pinjaman online yang resmi atau tidak dapat diperhatikan bahkan sebelum Anda membutuhkan pinjaman uang.

10. Petugas Penagihan

Kasus gagal bayar bisa terjadi pada pinjaman uang. Yang jadi perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi adalah pihak yang menagihnya.

Kalau pinjol ilegal tidak mengantongi sertifikasi penagihan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) atau setidaknya pihak yang ditunjuk AFPI. Kalau pinjol resmi bisa menunjukan surat tugas mereka serta identitas dengan jelas.

Pahami risiko ini, ketika Anda dihadapkan pilihan antara mengambil pinjaman dengan pinjol legal atau ilegal.

Ketahui semua resiko dan tanggung jawab yang akan mengikuti sesuai dengan aturan yang tertera pada aplikasi pinjaman online.

Bahkan untuk pinjol tidak resmi, waspada juga adanya aturan yang tidak tertera.

Itulah beberapa perbedaan pinjaman online ilegal dan resmi yang bisa Anda coba telusuri ketika membutuhkannya.

Periksa secara detail tiap informasinya dan pilih platform yang sudah diakui OJK.

Ketentuan lainnya dapat mengikuti sesuai dengan peraturan yang diberlakukan oleh tiap platform yang resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *