9 Resiko Pinjaman Online ( Kasus Kabur Tidak Membayar )

3 min read

resiko pinjaman online

Resiko pinjaman online ini yang harus di perhatikan sebelum melakukan pinjaman online karena di balik segala kelebihannya, terdapat pula berbagai resiko pinjaman online yang dapat mengancam Anda.

Pinjaman online menjadi salah satu dampak dari kemajuan teknologi yang memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial.

Pinjaman online makin marak beredar karena cenderung memberi persyaratan yang lebih mudah.

Proses pencairan yang dilakukan biasanya juga lebih cepat dibandingkan pinjaman di bank maupun koperasi.

Bahkan, pada beberapa perusahaan, proses pencairan dapat dilakukan dalam hitungan jam.

Hindari Beragam Resiko Pinjaman Online Yang Merugikan

Kemudahan persyaratan hingga pencairan dari berbagai fintech pinjaman online bukan tanpa resiko.

Ada banyak potensi merugikan yang dapat disebabkan mengambil pinjaman secara online.

Jadi sebelum melakukan pinjol kalian harus cari tau terlebih dahulu pinjaman online terbaik pencairan cepat dan terpercaya untuk menghindari resiko pinjol.

Ketahuilah berbagai kemungkinan adanya kerugian baik secara finansial, moral maupun hukum dari mengambil pinjol.

Berikut berbagai resiko pinjaman online yang perlu diwaspadai:

1. Berpotensi Mendapat Blacklist dari SLIK OJK

Pengajuan pinjaman secara online melalui pihak fintech biasanya diarahkan untuk memberikan berbagai data atau dokumen pribadi sebagai persyaratan.

Dokumen yang biasanya diberikan adalah KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan dokumen pribadi lainnya.

Proses ini merupakan cara pihak fintech untuk mengetahui identitas nasabah sebagai antisipasi jika tidak bisa melunasi.

Data pribadi yang dikirimkan nasabah dapat dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan OJK) sehingga berpotensi masuk ke dalam blacklist dari berbagai layanan pinjaman.

Resiko pinjaman online yang merugikan ini berpotensi membuat Anda mengalami kesulitan saat akan mengajukan pinjaman ke berbagai lembaga keuangan di Indonesia.

Selain itu, data tersebut bisa dijadikan materi untuk melakukan pemerasan dan tidak kejahatan lainnya. Khususnya bila memakai jasa pinjaman online tidak resmi.

2. Penumpukan Denda dan Beban Bunga

Pinjaman online akan memberikan denda dan bunga yang tinggi apabila nasabah tidak dapat membayar cicilan tepat waktu. Beban denda juga akan terus bertambah jika Anda tidak melunasinya.

Denda yang dibebankan akan berkembang secara akumulatif dan membuat utang semakin menumpuk.

Beban bunga yang diberikan pinjaman online tergolong sangat tinggi sehingga akan bertambah jauh dari pinjaman yang Anda dapatkan.

Anda bisa mengajukan keringanan bunga atau perpanjangan tenor. Cara ini akan membuat jumlah cicilan lebih terjangkau dan pelunasan masih mungkin dilakukan.

3. Tereksposnya Data Pribadi

resiko pinjaman online yg harud di ketahui

Risiko pinjaman online yang sudah tak asing lagi adalah bocornya data pribadi nasabah. Nasabah biasanya akan mengajukan pinjaman melalui aplikasi yang telah diunduh dengan mengisi dokumen data pribadi.

Dengan begitu, perusahaan telah memiliki data pribadi dari nasabah yang melakukan pinjaman.

Anda harus memastikan bahwa pihak perusahaan hanya akan menggunakan hak akses data pribadi untuk keperluan pengajuan pinjaman. Hal ini telah diatur oleh OJK dalam dasar hukum pinjaman online.

Masalah yang seringkali terjadi adalah nasabah tidak teliti atau tidak menanyakan pada pihak peminjam pinjol mengenai pemakaian data tersebut diluar kebutuhan yang disepakati.

Kala Anda akan membuat pinjaman online, waspadai risiko tersebut dengan bertanya dan lebih cermat.

4. Biaya Keterlambatan Pembayaran (Late Fee)

Risiko pinjaman online yang sering terjadi adalah saat penagihan. Perusahaan biasanya akan mengenakan biaya tambahan atas keterlambatan dalam pembayaran (late fee).

Biaya keterlambatan ini dibebankan ke nasabah yang menunggak karena proses penagihan cenderung membutuhkan tenaga SDM yang lebih.

Beberapa perusahaan bahkan tidak mencantumkan besaran biaya keterlambatan di website atau aplikasi yang bersangkutan. Jika terpaksa melakukan pinjaman online, pastikanlah Anda telah memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Ketahuilah akses cara pembayaran dan konsekuensinya.

5. Kurang Terjaminnya Perlindungan Data Nasabah

Penyalahgunaan data dari nasabah merupakan salah satu resiko pinjaman online dari pelaku pinjol. Meskipun regulasi perlindungan data konsumen telah dikeluarkan oleh OJK, tetapi kebocoran ini masih tetap terjadi.

Penyedia pinjaman online tidak semua dapat memberikan jaminan kerahasiaan data nasabah. Bahkan, data ini bisa dijadikan ancaman saat melakukan penagihan.

Beberapa perusahaan fintech tidak memberikan kepastian untuk kerahasiaan dan keamanan data dari para nasabah. Salah satu contohnya adalah dengan tidak membatasi total kegagalan saat melakukan login.

Pihak penyedia jasa juga tidak menerapkan standar best-practices secara komprehensif

6. Tidak Adanya Transparansi Pembiayaan

Persoalan terkait transparansi pembiayaan menjadi salah satu resiko pinjaman online yang bisa terjadi. Pembiayaan ini terkadang tidak disampaikan secara transparan sejak awal pengajuan.

Pihak perusahaan cenderung memberikan informasi yang kurang jelas mengenai biaya keterlambatan atau biaya lainnya yang muncul selama proses pinjaman.

Ada pula perusahaan uang menjelaskan secara detail, tetapi dengan penjelasan terkait biaya yang sangat tinggi. Salah satu praktiknya adalah dengan melakukan pemotongan biaya pencairan dengan biaya administrasi.

Pemotongan ini seringkali tidak diinformasikan dengan baik sehingga banyak nasabah yang tidak mengetahuinya.

7. Pengejaran oleh Debt Collector

resiko pinjaman online

Perusahaan fintech menggunakan prosedur yang cukup ketat dengan penanggulangan pembayaran cicilan yang teratur.

Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) telah mengatur suatu regulasi mengenai prosedur penagihan.

Nasabah biasanya akan diingatkan melalui SMS atau telepon di awal penagihan.

Apabila hanya melalui pesan singkat mungkin masih terdengar aman. Namun, jika nasabah belum juga membayar, debt collector biasanya akan menagih ke rumah nasabah bahkan bisa saja menghubungi kontak dari orang terdekat nasabah.

Cara ini akan mengganggu kenyamanan dan tentu saja akan mencemarkan nama baik nasabah. Ini adalah salah satu resiko pinjaman online yang harus diwaspadai.

8. Proses Pencairan yang Lama

Pinjaman online memang terkenal dengan proses pencairannya yang cepat. Akan tetapi, ada juga resiko pinjaman online yg harus kalian ketahui dan tidak semua pihak dapat memastikan kecepatan dalam pencairan uang.

Jika menilik berbagai komentar di aplikasi yang bersangkutan, beberapa mengeluhkan tidak adanya response atau persetujuan dari pengajuan yang dilakukan.

Meskipun sudah memanfaatkan teknologi, jasa ini juga tidak dapat dipastikan kecepatan pencairannya.

Beberapa perusahaan membutuhkan waktu untuk menghasilkan keputusan persetujuan hingga berhari-hari.

Untuk itulah, para nasabah sebaiknya tidak berekspektasi tinggi tanpa menyiapkan diri menghadapi kenyataan dari potensi ini.

9. Potensi Penipuan

Resiko pinjaman online yang seringkali terjadi adalah kasus penipuan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Terdapat banyak penyedia jasa pinjaman online yang tidak benar-benar memberikan pinjaman.

Mereka ternyata bukan perusahaan resmi dan kerugian kepada para nasabahnya dalam berbagai bentuk.

Bagi Anda yang akan melakukan pinjaman secara online, penting untuk memastikan legalitas dari perusahaan.

Jangan tergiur dengan iming-iming pencairan cepat atau kemudahan lainnya.

Namun, periksalah dengan baik kualitas dari perusahaan. Anda bisa mengeceknya dengan melihat daftar perusahaan yang terdaftar di OJK.

Pinjaman online memang menjadi alternatif solusi masalah finansial di era teknologi saat ini.

Namun, Anda juga harus memperhatikan berbagai hal yang dapat merugikan Anda nantinya yang bisa saja terjadi.

Resiko pinjaman online ini harus diantisipasi dengan melakukan beberapa persiapan atau antisipasi, seperti menentukan bahwa rasio utang tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Buatlah rencana yang matang sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman online agar terhindar dari resiko dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *